KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAAN SOSIOLOGI UNIVERSITAS MPU TANTULAR
Kebudayaan dan Masyarakat
Nama : Restu Yudha Putra BerutuNIM : 243300020010Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.
Kebudayaan dan Masyarakat dalam Pembelajaran Sosiologi
Pembelajaran sosiologi menempatkan kebudayaan dan masyarakat sebagai dua konsep fundamental yang saling berkaitan. Kebudayaan mencakup nilai, norma, simbol, dan pola perilaku yang diwariskan dan dibagikan oleh anggota masyarakat, sementara masyarakat adalah sekumpulan individu yang hidup bersama dalam suatu sistem sosial tertentu. Pemahaman mendalam tentang hubungan antara kebudayaan dan masyarakat sangat penting dalam pembelajaran sosiologi, karena keduanya mempengaruhi dinamika sosial dan pembentukan identitas individu.
Hubungan Kebudayaan dan Masyarakat
Kebudayaan dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi. Kebudayaan berfungsi sebagai "perekat sosial" yang terdiri dari kebiasaan khas, prinsip, cita-cita, sikap, kepercayaan, dan cara berpikir yang dianut oleh anggota masyarakat. Tanpa kebudayaan, masyarakat tidak akan memiliki identitas dan kohesi sosial yang kuat. Sebaliknya, tanpa masyarakat, kebudayaan tidak akan ada karena tidak ada individu yang menciptakan dan mewariskannya.
Peran Pendidikan dalam Pewarisan Kebudayaan
Pendidikan memainkan peran krusial dalam mentransfer nilai-nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai tersebut tetap terpelihara dan berkembang. Proses pendidikan tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membentuk identitas individu dan masyarakat melalui internalisasi kebudayaan. Dengan demikian, pendidikan berfungsi sebagai jembatan antara kebudayaan dan masyarakat, memastikan kelangsungan dan adaptasi kebudayaan dalam menghadapi perubahan zaman.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal
Salah satu metode efektif dalam pembelajaran sosiologi adalah mengintegrasikan kearifan lokal melalui program seperti "Live In". Program ini memungkinkan siswa untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan komunitas adat, sehingga mereka dapat memahami dan menghargai kebudayaan lokal secara mendalam. Studi kasus di SMA Santa Maria 1 Bandung menunjukkan bahwa melalui program Live In di Kampung Adat Cireundeu, siswa tidak hanya mempelajari nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga mengembangkan modal sosial dan sikap toleransi yang tinggi.
Kesimpulan
Pemahaman tentang kebudayaan dan masyarakat dalam pembelajaran sosiologi memberikan wawasan yang komprehensif mengenai dinamika sosial dan peran individu dalam masyarakat. Melalui pendidikan yang berbasis pada kearifan lokal, siswa dapat mengembangkan sikap toleransi, menghargai keragaman budaya, dan membentuk identitas yang kuat sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran sosiologi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Sumber : Academia,Iklhasia.wordpress,repostory.upi.
.jpg)

Kereeenn
BalasHapusTerimakasih
Hapus