Keterkaitan Public Speaking dengan Sosiologi Komunikasi

Keterkaitan Public Speaking dengan Sosiologi Komunikasi


Nama : Restu Yudha Putra Berutu
NIM : 243300020010
Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom
Universitas MPU Tantular



Pendahuluan

Public speaking adalah seni berbicara di depan umum untuk menyampaikan informasi, memengaruhi audiens, atau memberikan hiburan. Dalam konteks ini, public speaking tidak hanya memerlukan penguasaan teknik berbicara, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang audiens, termasuk latar belakang sosial, budaya, dan psikologis mereka. Inilah yang menjadikan sosiologi komunikasi relevan, karena sosiologi komunikasi mempelajari bagaimana pesan disampaikan, diterima, dan dipahami dalam konteks sosial.


A. Hubungan Dasar Public Speaking dan Sosiologi Komunikasi

Sosiologi komunikasi memandang komunikasi sebagai proses sosial yang melibatkan hubungan manusia dalam konteks masyarakat. Public speaking, sebagai salah satu bentuk komunikasi massa, sangat dipengaruhi oleh struktur sosial audiens. Pembicara yang memahami sosiologi komunikasi dapat merancang pesan yang relevan dan efektif berdasarkan karakteristik audiens seperti usia, budaya, pendidikan, dan status sosial.

B. Analisis Audience dalam Public Speaking

Dalam public speaking, memahami audiens adalah langkah awal untuk menyampaikan pesan yang efektif. Sosiologi komunikasi membantu pembicara menganalisis audiens dari segi demografi, psikografi, dan konteks sosial. Misalnya, pembicara yang berbicara di depan audiens remaja akan menggunakan gaya dan bahasa yang berbeda dibandingkan berbicara di depan audiens profesional.

C. Budaya dan Nilai dalam Public Speaking

Setiap audiens memiliki nilai dan norma yang dipengaruhi oleh budaya mereka. Sosiologi komunikasi menyoroti pentingnya memahami budaya audiens untuk menghindari miskomunikasi dan membangun koneksi. Dalam public speaking, pembicara yang sensitif terhadap budaya audiens dapat menyesuaikan gaya komunikasinya sehingga pesan lebih mudah diterima.

D. Sosial dalam Public Speaking

Sosiologi komunikasi mengajarkan bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi sosial yang melibatkan dinamika antara pembicara dan pendengar. Dalam public speaking, keberhasilan sering kali bergantung pada kemampuan pembicara untuk menciptakan hubungan sosial dengan audiens. Teknik seperti penggunaan humor, cerita, dan kontak mata adalah contoh bagaimana pembicara menciptakan interaksi sosial yang positif.

E. Media dan Teknologi dalam Public Speaking

Teknologi komunikasi yang menjadi bagian dari sosiologi komunikasi juga memengaruhi cara public speaking dilakukan. Misalnya, presentasi daring memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan presentasi langsung. Sosiologi komunikasi membantu memahami bagaimana teknologi memengaruhi cara audiens menerima pesan.

F. Peran Emosi dalam Public Speaking

Sosiologi komunikasi menekankan pentingnya aspek emosional dalam komunikasi. Dalam public speaking, pembicara sering memanfaatkan emosi untuk memengaruhi audiens. Pengetahuan sosiologi komunikasi membantu pembicara memahami bagaimana emosi dapat dipengaruhi oleh konteks sosial audiens, sehingga pesan dapat disampaikan dengan lebih efektif.

G. Penyampaian Pesan yang Beretika

Sosiologi komunikasi juga menyoroti pentingnya etika dalam komunikasi. Dalam public speaking, pembicara harus menyampaikan pesan yang tidak hanya efektif, tetapi juga sesuai dengan norma dan nilai masyarakat. Etika komunikasi yang dipahami melalui sosiologi membantu pembicara menghindari konflik atau salah tafsir.

H. Dinamika Kelompok dalam Public Speaking

Sosiologi komunikasi mempelajari dinamika kelompok yang penting dalam public speaking. Misalnya, berbicara di depan kelompok yang homogen memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan berbicara di depan kelompok yang heterogen. Pemahaman tentang dinamika kelompok membantu pembicara mengelola audiens dan mempertahankan perhatian mereka.

Kesimpulan

Public speaking dan sosiologi komunikasi memiliki keterkaitan yang erat. Pemahaman mendalam tentang konteks sosial, budaya, dan psikologis audiens sangat penting untuk keberhasilan public speaking. Dengan menerapkan prinsip-prinsip sosiologi komunikasi, pembicara dapat menciptakan pesan yang relevan, etis, dan efektif, sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai.


Jika kalian suka jangan lupa like,coment, and share ya Teman :) :)


Sumber:

  1. Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Theories of Human Communication.
  2. Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life.
  3. McQuail, D., & Windahl, S. (1993). Communication Models for the Study of Mass Communications.
  4. Habermas, J. (1984). The Theory of Communicative Action.
  5. Aristotle. The Art of Rhetoric.
  6. Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality.
  7. Hall, E. T. (1989). The Hidden Dimension.
  8. Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations.
  9. West, R., & Turner, L. H. (2018). Introducing Communication Theory.
  10. Tubbs, S. L., & Moss, S. (2008). Human Communication: Principles and Contexts.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU-ILMU LAINNNYA

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ANTROPOLOGI

Faktor dan Proses Difusi, Akulturasi, Asimilasi, Pembauran, dan Inovasi