MASYARAKAT

 Masyarakat




Nama : Restu Yudha Putra Berutu 
NIM : 243300020010
Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida S.Sos., M.Pd., M.I.Kom
Universitas MPU Tantular 
Fakultas Hukum 





1. Arti Masyarakat:

Secara sederhana, masyarakat dapat diartikan sebagai sekumpulan individu yang saling berinteraksi, berbagi wilayah geografis tertentu, memiliki kesamaan budaya, dan merasa memiliki identitas kolektif. Mereka terorganisir dalam berbagai kelompok dan institusi sosial untuk memenuhi kebutuhan bersama.

2. Definisi Masyarakat:
Ada banyak definisi masyarakat dari berbagai perspektif. Beberapa di antaranya:

 * Sosiologi: Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sistem interaksi yang relatif tetap dan terorganisir. Mereka berbagi norma, nilai, dan budaya yang sama, serta memiliki kesadaran akan kebersamaan.

 * Antropologi: Masyarakat adalah kelompok manusia yang berinteraksi satu sama lain, memiliki organisasi sosial, dan berbagi budaya yang menjadi ciri khas mereka. Antropologi seringkali menekankan pada keragaman bentuk-bentuk masyarakat di berbagai belahan dunia.

 * Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.

3. Ciri-ciri Masyarakat:
Secara umum, masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 • Adanya Interaksi Sosial: Individu-individu dalam masyarakat saling berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Interaksi ini membentuk pola hubungan sosial.
 • Berbagi Wilayah: Masyarakat biasanya mendiami suatu wilayah geografis tertentu, meskipun dalam era globalisasi, konsep wilayah menjadi lebih fleksibel.
 • Memiliki Kebudayaan Bersama: Anggota masyarakat berbagi nilai, norma, kepercayaan, adat istiadat, bahasa, dan simbol-simbol budaya lainnya yang menjadi perekat sosial.
 • Adanya Organisasi Sosial: Masyarakat memiliki struktur sosial yang terorganisir dalam berbagai kelompok, status, peran, dan institusi (seperti keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, dan agama).
 • Kesadaran Kolektif: Anggota masyarakat memiliki rasa kebersamaan, identitas kelompok, dan loyalitas terhadap kelompoknya.
 • Adanya Ketergantungan: Anggota masyarakat saling membutuhkan dan bergantung satu sama lain untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
 • Berlangsungnya Reproduksi Sosial: Masyarakat memiliki mekanisme untuk melestarikan diri melalui kelahiran dan sosialisasi generasi penerus.

4. Bagaimana Masyarakat Terbentuk dan Berfungsi:
Masyarakat terbentuk melalui proses interaksi yang berulang-ulang antar individu. Interaksi ini menghasilkan pembentukan norma, nilai, dan aturan yang mengatur perilaku anggota masyarakat. Seiring waktu, norma dan nilai ini melembaga menjadi institusi sosial.
Masyarakat berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan anggotanya, baik kebutuhan material (ekonomi, pangan, papan) maupun non-material (sosialisasi, pendidikan, keamanan, rekreasi, spiritual). Institusi-institusi sosial yang ada dalam masyarakat memiliki peran masing-masing dalam pemenuhan kebutuhan ini. Perubahan dalam masyarakat terjadi karena berbagai faktor, seperti inovasi teknologi, perubahan lingkungan, kontak dengan masyarakat lain, dan konflik internal.

5. Siapa yang Membentuk Masyarakat:
Masyarakat dibentuk oleh sekelompok manusia yang hidup bersama dalam suatu wilayah dan memiliki ikatan sosial serta budaya. Tidak ada batasan pasti mengenai jumlah individu yang membentuk suatu masyarakat, namun yang terpenting adalah adanya interaksi yang terstruktur dan rasa kebersamaan.

6. Kenapa Masyarakat Ada:
Masyarakat ada karena manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan kerjasama dengan orang lain untuk bertahan hidup dan berkembang.

 Hidup dalam kelompok memungkinkan manusia untuk:

 * Memenuhi Kebutuhan Dasar: Bekerjasama dalam mencari makan, berlindung, dan mempertahankan diri dari bahaya.

 * Mengembangkan Kebudayaan: Mentransmisikan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan kepercayaan dari generasi ke generasi.

 * Menciptakan Keteraturan Sosial: Membangun aturan dan norma untuk mengatur interaksi dan menghindari konflik.

 * Merasa Aman dan Diterima: Memiliki rasa memiliki dan dukungan emosional dari anggota kelompok.

 * Mencapai Tujuan Bersama: Bekerjasama dalam skala yang lebih besar untuk mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai secara individu.

7. Hubungan Masyarakat dengan Antropologi:
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam segala aspeknya, termasuk budaya, masyarakat, bahasa, dan perkembangan biologisnya. Masyarakat adalah salah satu objek kajian utama dalam antropologi, khususnya dalam cabang antropologi sosial dan budaya.


Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan hubungan erat antara masyarakat dan antropologi:

 * Mempelajari Keanekaragaman Masyarakat: Antropologi bertujuan untuk memahami dan menjelaskan keanekaragaman bentuk-bentuk masyarakat di seluruh dunia, dari masyarakat tradisional yang kecil hingga masyarakat modern yang kompleks. Antropolog melakukan penelitian lapangan (etnografi) untuk mendokumentasikan dan menganalisis kehidupan sosial dan budaya berbagai kelompok masyarakat.

 * Memahami Struktur Sosial dan Organisasi Masyarakat: Antropologi mengkaji bagaimana masyarakat terstruktur dalam berbagai kelompok (keluarga, klan, suku, kelas sosial), bagaimana kekuasaan dan otoritas didistribusikan, bagaimana keputusan dibuat, dan bagaimana konflik diselesaikan dalam berbagai konteks masyarakat.

 * Menganalisis Sistem Kepercayaan dan Ritual: Antropologi mempelajari sistem kepercayaan (agama, mitos, magi), ritual, dan simbol-simbol yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Antropolog berusaha memahami makna dan fungsi dari praktik-praktik keagamaan dan ritual dalam konteks sosial.

 * Mengkaji Perubahan Sosial dan Budaya: Antropologi tertarik pada bagaimana masyarakat berubah dari waktu ke waktu akibat faktor internal maupun eksternal, seperti modernisasi, globalisasi, kontak budaya, dan perubahan lingkungan.

 * Perspektif Holistik dan Relativisme Budaya: Antropologi menawarkan perspektif holistik dalam memahami masyarakat, yaitu melihat berbagai aspek kehidupan sosial dan budaya sebagai satu kesatuan yang saling terkait. Selain itu, antropologi juga menekankan relativisme budaya, yaitu memahami praktik dan kepercayaan suatu masyarakat dalam konteks budaya masyarakat itu sendiri, tanpa menghakimi berdasarkan standar budaya lain.
Singkatnya, antropologi memberikan kerangka teoritis dan metodologis yang penting untuk memahami hakikat masyarakat, keanekaragamannya, bagaimana ia terbentuk, berfungsi, dan berubah. Studi tentang masyarakat merupakan jantung dari disiplin ilmu antropologi.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU-ILMU LAINNNYA

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ANTROPOLOGI

Faktor dan Proses Difusi, Akulturasi, Asimilasi, Pembauran, dan Inovasi